Sabtu, 10 Maret 2012

10 Tips Cara Belajar Paling Efektif Saat Menjelang Ujian

1. Pilih Waktu Belajar yang Tepat
Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

2. Bangun Suasana Belajar Yang Nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

3. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis

4. Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

5. Membaca Adalah Kunci Belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

6. Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghapal
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

7. Hapalkan Kata-Kata Kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

8. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

9. Latih Sendiri Kemampuan Kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

10. Sediakan Waktu Untuk Istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.
Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.

Selasa, 28 Februari 2012

MAKNA SURAT AL-FATIHAH

Pembaca blog yang budiman, surat Al Fatihah dikenal sebagai intisari Al Qur’an , karena itu pada saat melaksanakan sholat, surat Al Fatihah harus dibacakan dalam setiap rakaat…
Dalam pengalaman saya sebagai penyembuh spiritual selama  sekitar 30 tahun, ternyata semua pasien saya yang terserang berbagai penyakit, baik itu medis maupun non medis, semuanya tidak tahu arti dan makna dari Al Fatihah …
Hampir semuanya hanya hapal bahasa arabnya tapi tidak tahu artinya…
Memang sebagian kecil ada yang tahu artinya, tapi hanya sebagian kecil dari ayat nya saja….
Dari pengalaman ini, saya berkesimpulan bahwa kalau mau hidup selamat, terbebas dari berbagai penyakit dan masalah, setiap orang yang mengaku beragama Islam, mutlak harus memahami dengan baik dan benar makna dari Surat Al Fatihah…
Karena itu saya tayangkan cuplikan Tadabbur Al Fatihah dari weblog Tadabbur Qur.an milik Ustadz Fadhilza untuk memahami  makna Surat Al Fatihah secara baik dan benar…
( Pak Fadhilza,… saya minta izin ya, menyebar luaskan Tadabbur Al Fatihah milik bapak…)
INILAH ARTI/MAKNA DARI SURAT AL FATIHAH:
Ayat 1: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.
Rasakan betapa besar kasih sayang Allah kepada kita semua, bayangkan semua nikmat yang telah kita terima dariNya. Nikmat udara yang kita hirup, nikmat penglihatan, nikmat pendengaran, nikmat sehat. Apakah kita sudah berterima kasih padaNya??. Rasakan kasih sayang dan sifatnya yang maha pengasih serta pemurah. Rasakan getaran dihati anda, hingga timbul dorongan untuk menangis. Silahkan menangis jika dorongan itu memang kuat. Jangan tahan tangisan anda.

Ayat 2: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”
Rasakan betapa mulianya Allah, betapa Agungnya Dia , hanya Dialah yang berhak dipuji. Dialah Tuhan penguasa Alam semesta yang maha mulia dan Maha terpuji. Rasakan betapa hina dan tidak berartinya kita dihadapan Dia. Lenyapkan semua kesombongan diri dihadapaNya. Rasakan getaran yang dahsyat didada anda…

Ayat 3: “Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Rasakan seperti pada ayat pertama
Ayat 4: “Yang menguasai hari pembalasan” 
Bayangkan seolah olah anda berada dihapan Allah di padang Mahsyar kelak. Dia lah penguasa tunggal dihari itu. Bagaimana keadaan anda dihari itu? Rasakan dan hayati ayat tadabbur yang anda dengar. Biarkan airmata anda mengalir . Menangislah dihadapan Allah pada hari ini , disaat pintu taubat masih terbuka. Jangan sampai anda menangis kelak dihari berbangkit ketika pintu taubat telah tertutup
Ayat 5: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”
Inilah pengakuan anda bahwa hanya Dia yang anda sembah, dan hanya padaNya anda mohon pertolongan. Buatlah pengakuan dengan tulus dan iklas.
Ayat 6: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”
Mohonlah padanya agar ditunjuki jalan yang lurus. Jalan yang penuh dengan rahmat dan berkahNya. Dengarkan dan hayati kalimat tadabbur yang anda dengar

Ayat 7: “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.
Bayangkan jalan orang orang yang telah mendapat nikmat , kebahagian dan kesuksesan sebagai karunia dari sisinya. Berharaplah untuk mendapat kebahagian seperti orang itu.
Bayangkan pula jalan orang orang yang mendapat murka dan azabnya
Bayangkan pula jalan yang ditempuh orang yang sesat mohon agar dijauhkan dari jalan itu.

Jika anda orang yang berhati peka pasti anda akan menangis, mendengar bacaan tadabbur ini. Jika anda belum merasakan getaran apapun dihati anda. Ulangi terus tadabbur ini. Gunung saja akan hancur mendengar ayat Qur’an , hati anda tidak sebesar gunung bukan? Mudah mudahan Allah tidak mengunci mati hati anda ..

Sejarah Perjuangan TNI

Perjalanan Sejarah Perjuangan TNI .
Pada awal kemerdekaan terakumulasi kekuatan bersenjata yang berasal dari para tokoh pejuang bersenjata, baik dari didikan Jepang (PETA), Belanda (KNIL), maupun mereka yang berasal dari lascar rakyat, inilah cikal bakal lahirnya TNI, yang dalam perkembangannya mengkonsolidasikan diri ke dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang kemudian berturut-turut berganti nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI), Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS), yang kembali menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI), Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), melalui penggabungan dengan Polri, dan berdasarkan Ketetapan MPR No. VI/MPR/2000 kembali menggunakan nama Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah pemisahan peran antara TNI dan Polri. Sejak kelahirannya, TNI menghadapi berbagai tugas dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Pengabdian TNI kepada negara dapat dilihat dalam perjalanan sejarah perjuangannya sebagai berikut
1) Mempertahankan Kemerdekaan .
 Segera setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menghadapi Sekutu/Belanda yang berusaha menjajah kembali bangsa Indonesia . Kedatangan kembali Sekutu/Belanda mendapat perlawanan kekuatan TNI bersama rakyat, yaitu terjadi pertempuran di mana-mana, seperti di Semarang (1945), Ambarawa (1945), Surabaya (1945), Bandung Lautan Api (1946), Medan Area (1947), Palembang (1947), Margarana (1946), Menado (1946), Sanga-Sanga (1947), Agresi Militer Belanda I (1947), Agresi Militer Belanda II (1948), dan Serangan Umum 1 Maret 1949 sehingga bangsa Indonesia mampu mempertahankan pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949. Perjuangan ini berhasil berkat adanya kepercayaan diri yang kuat, semangat pantang menyerah, berjuang tanpa pamrih dengan tekad merdeka atau mati. Khusus pada saat menghadapi agresi militer Belanda Il, walaupun Pemerintah RI yang saat itu berpusat di Yogyakarta telah menyerah, Panglima Besar Jenderal Sudirman tetap melanjutkan perjuangannya, yaitu dengan cara bergerilya karena berpegang teguh pada prinsip kepentingan negara dan bangsa.
2) Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara .
a) TNI bersama rakyat melaksanakan operasi dalam negeri seperti penumpasan terhadap PKI di Madiun 1948 dan G-30-S/PKI 1965, terhadap pemberontakan DI/Til di Jawa Barat, Aceh, Sulawesi Selatan, terhadap PRRI di Sumatra Barat, Permesta di Menado, Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan, PGRS/Paraku di Kalimantan Barat, RMS di Ambon, GPLHT di Aceh, Dewan Ganda di Sumatra Selatan, dan OPM di Irian. Perjuangan ini dilaksanakan demi kepentingan menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara serta berpegang teguh pada prinsip demi kepentingan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .
b) Operasi pengamanan dilaksanakan terhadap kegiatan kenegaraan seperti Pemilu, Sidang Umum / Sidang Istimewa MPR, dan pengamanan terhadap terjadinya konflik komunal. Operasi pengamanan ini didasarkan kepada kepentingan negara dan bangsa, penyelamatan kehidupan berbangsa dan bernegara.

TIPS PENGOBATAN PENYAKIT SANTET / GUNA-GUNA

Untuk mengobati penyakit akibat santet atau guna guna, pernah saya tulis beberapa waktu yang lalu…saya tulis lagi untuk memperjelas atau bagi pembaca yang sulit mencari artikel tersebut….
Dalam surat Al Falaq dijelaskan bahwa kita harus berlindung kepada Allah dari kekuatan sihir para penyihir yang meniupkan sihir pada buhul buhulnya….
Jadi kekuatan black magic/sihir untuk mengirim guna guna/santet memang disebut dalam Al Qur’an, berarti kekuatan sihir/black magic itu memang ada menurut Islam….
Obat yang paling mujarab untuk menangkal dan mengobati sihir/guna guna/santet, tentu ada juga didalam Al Qur’an, karena Al Qur’an itu sumber seluruh petunjuj dan aturan seluruh kehidupan manusia/umat Islam….
Yang sudah dikenal oleh para pengobat spiritual Islam, yang digunakan adalah Surat Al Fatihah, Surat Al Falaq, Surat Annas, Surat Al Ikhlas dan Ayat Qursi….
Tapi nampaknya belum banyak yang yakin seratus persen bahwa Surat dan ayat tersebut memiliki kekuatan yang sangat dahsyat sehingga lebih banyak orang yang berangkat kedukun karena merasa terkena santet/guna guna….
Celaknya para dukun penyembuh penyakit santet ini sering menggunakan metoda dan sarana yang tidak Islami…justru menggunakan enerji rokh atau jin …yang tentunya menurut Islam adalah haram…
Pengobatan santet menggunakan enerji jin/rokh ini akan mengakibatkan dampak negatif, karena sama saja dengan orang muslim yang kelaparan lalu makan daging babi…memang betul laparnya hilang, tapi dosa haramnya tetap harus dipertanggung jawabkan nanti…
Saya tulis artikel ini untuk meyakinkan para orang awam didunia mistik dan spiritual bahwa sebenar benarnya fakta nyata bahwa kelima Surat dan Ayat Suci Al Qur’an tersebut memiliki kekuatan/enerji gaib yang dahsyat kalau kita meyakininya seratus persen….saya telah mempraktekannya puluhan tahun, Alhamdulilah tidak pernah gagal mengusir dan mengobati yang terkena santet…
Sekarang bagaimana agar kita bisa mengakses enerji gaib dari Surat dan Ayat suci tersebut, karena menurut beberapa pembaca yang pernah mencoba mengobati kesurupan dengan Surat/ayat tersebut tapi gagal…Kuncinya adalah kita harus bisa pasrah betul kepada Allah pada saat membacakan Surat dan ayat tersebut…hanya Allah yang tahu tingkat ketulusan dan keikhlasan sipembaca Surat dan Ayat tersebut…Karena ternyata ada pembaca yang mempraktekannya ternyata berhasil, padahal merasa dirinya bukan seorang yang suci atau ustadz…
Kegagalan mengakses enerji ghaib surat dan ayat tersebut biasanya karena :
1. Masih ragu ragu/kurang yakin..
2. Merasa dirinya sudah bersih, suci dan hebat..ustadz lagi..
3. Ada perasaan ria yang tersembunyi, ingin pamer..
4. Kurang tulus dan ikhlas, ada pamrih tersembunyi..
5. Kurang berhasil menekan ego dirinya sampai titik nadir, masih ada rasa ujub takaburnya…
Kelima perasaan dan fikiran yang tersembunyi tersebut akan terlihat oleh Allah, walau disembunyikan…makanya Allah tidak mengizinkan enerji IllahiNya diakses oleh ybs…
Jadi yang harus dilatih dan ditumbuh kembangkan adalah:
1. Yakini “La haula wala quwata ila bilahil aliyil adzim”..maknanya adalah “We are nothing without support of God”..
2. Yakini: “Inamaa amruhu idza aradaa syaan anya kulalahu kun faya kun”( Surat Yassin
ayat 82), artinya: Bilamana Allah menghendaki sesuatau terjadi, maka terjadilah…
 3. Yakini isi surat Alfatihah, Annas, Falaq, Al Ikhlas dan Ayat Qursi secara mendalam betul..
4. Berserah diri 100% kepada Allah, walau resiko maut yang harus dihadapi dalam pengobatan…(ini yang paling sulit, berani berkorban nyawa untuk mengobati orang lain..)
 Kalau keempat hal tersebut diatas sudah dicapai, insya Allah anda bisa menjadi pengobat penyakit santet..
Kalau dalam pengobatan spiritual dilengkapi media air, garam dan sirih temu urat, itu hanya tambahan sugesti, bukan hal utama…enerji Tuhan lebih dahsyat dari enerji air, garam dan sirih temu urat…hanya sugesti bagi yang diobati dan media penyaluran enerji Illahi yang terkandung dalam semua ayat suci tersebut..
ayat 82

TIPS PENGOBATAN KESURUPAN

Setelah lama tidak terdengar, fenomena kesurupan massal kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah puluhan siswi SMPN 32 Surabaya ( Harian Surya tanggal 13 November 2007)……
Menanggapi fenomena kesurupan massal tersebut, psikiater Dr Nalini Muhdi Agung Spk(K), memberikan pandangan bahwa menurut ilmu kejiwaan, kesurupan disebut gangguan disosiatif , yaitu perasaan cemas atau kecewa yang berlebihan yang ditekan hingga kealam bawah sadar……jadi sangat disayangkan kalau dikaitkan dengan hal yang berbau mistis…..
Pernyataan Dr Nalini Spk tersebut mengundang saya untuk sharing dalam menangani fenomena kesurupan massal tersebut….
Menurut pengalaman saya berselancar didunia metafisika, atau sering juga disebut dunia mistik, fenomena kesurupan berbeda dengan fenomena disosiatif/ stress berat/psychosomatis….
Orang yang terkena fenomena disosiatif tak akan bisa disembuhkan hanya karena bantuan doa ayat suci Al Qur’an atau para penyembuh alternatif yang menggunakan enerji metafisika atau enerji alam semesta serta enerji Illahi saja…. harus ditangani ahli kejiwaan…
Sebaliknya pasien yang terkena fenomena kesurupan tidak akan bisa disembuhkan hanya oleh seorang dokter kejiwaan…tapi harus dibantu oleh orang yang memiliki enerji metafisika seperti enerji alam semesta atau enerji Illahi….
Orang yang mampu mengobati orang kesurupan dengan enerji Illahi atau enerji alam semesta, kalau difoto oleh foto aura, warna auranya akan memiliki warna ungu, hijau dan putih…
Warna aura tersebut adalah gambaran dari enerji gelombang elektro magnetik yang dimiliki orang tersebut…..
Pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh orang yang tidak memiliki warna aura penyembuh tersebut, hasilnya sangat minimal, bahkan bisa gagal sama sekali……Karena itu tidak aneh kalau fenomena kesurupan di SMPN 32, bisa terjadi setelah melakukan shalat bersama untuk menghindari kesurupan seperti terjadi sebelumnya…..
Mengapa demikian? Karena shalat tersebut diartikan sebagai tantangan kepada mahluk halus penunggu tempat tersebut…merasa ditantang, lalu dia menunjukan eksistensinya karena merasa diganggu….
Kalau yang memimpin shalat itu memiliki enerji Illahi, tidak mungkin terjadi serangan balik yang menimbulkan kesurupan massal…
Untuk diketahui, ayat suci Al Qur’an memang sangat ampuh, tapi harus dilakukan oleh orang yang mumpuni didunia metafisika, tidak hanya setiap orang yang bisa jadi imam shalat…
Untuk diketahui, memang benar orang yang bisa kesurupan, biasanya memiliki kecenderungan jiwanya labil/stress…tapi kalau tahu ilmunya, kita bisa memastikan siapa yang terkena kesurupan, siapa yang terkena disosiatif….
Kalau ada yang pura pura kesurupan, akan bisa ketahuan bahwa dia pura pura…demikian juga sebaliknya…. saya berpengalaman selama 30 tahun mengenai hal ini….
Tips untuk mengobati kesurupan adalah dengan cara membacakan ayat suci Al Quran : Surat Al Fatihah, Surat Al Falaq, Surat Annas, Surat Al Ichlas dan Ayat Qursy, oleh orang yang memiliki kekuatan /enerji penyembuh ( Enerji Illahi dan atau enerji Alam semesta) secara khusu…
Pembacaan ayat suci tersebut bisa dilakukan diatas seember air putih yang bersih, kemudian disiramkan keatas ubun ubunnya….
Kemudian secara perorangan harus ditekan titik saraf tertentu sambil dialiri enerji Illahi oleh sipenyembuh,  untuk membuka ikatan dan membersihkan energi negatif/kotoran eterik yang menggangu fungsi saraf sipasien….
Ingat, penyembuhan ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang betul betul memiliki enerji penyembuh….Kalau sembarang orang, maka akibatnya malahan akan lebih meluas dan parah…..